Wednesday, 2 December 2015

Keamanan dalam router sangatlah perlu. Terlebih dalam sebuah jaringan sangat rawan terjadinya kejahatan seperti pencurian file data maupun pencurian bandwidth (koneksi internet). Untuk mengatasi masalah tersebut terdapat fitur yang dapat kita handalkan dalam routerboard mikrotik. Fitur tersebut sering kita kenal dengan fitur security profiles.
Dalam kasus ini dijelaskan terdapat sebuah jaringan point to multipoint dimana router AP memberika pengamanan berupa sistem autentikasi WEP lalu WPA. Berikut penjelasan tentang WEP & WPA berserta cara konfigurasinya.
WEP (Wired Equivalent Privacy)
Versi awal security wireless adalah WEP yang diperkenalkan pada September 1999. Bekerja dengan menggunakan stream cipher untuk menjaga kerahasiaan data dan menggunakan CRC-32 checksum untuk memastikan keutuhan data pada saat terjadi trasmisi data.
WEP juga menggunakan sebuah key. WEP Keys terdiri dari 40 hingga 128bits yang biasanya didefinisikan secara statik di perangkat AP dan Client sehingga bisa saling berkomunikasi.
Saat ini WEP sudah tidak banyak digunakan disebabkan karena WEP rentan terhadap serangan dan sudah dapat dilakukan cracking.
WPA (Wi-Fi Protected Access)
WPA merupakan generasi lanjutan dari WEP. Dikembangkan karena kerentanan WEP Security terhadap serangan. Untuk algoritma enkripsi WPA menggunakan Temporal Key Integrity Protocol (TKIP) atau bisa juga menggunakan Advanced Encryption Standard (AES) dengan kemampuan encrypt lebih tinggi.
Pengembangan dari WPA adalah WPA2 yang dalam proses enkripisi nya bisa menggunakan kombinasi TKIP dan AES.
Untuk Setup Awal bisa dilihat pada Lab Wireless sebelumnya.

Langkah awal yaitu setup interface Wireless.
1.Konfigurasi WEP Access Point
Buat terlebih dahulu security profilenya agar setiap router yang ingin terhubung dengan AP kita harus memasukan password terlebih dahulu. Dalam kasus ini kita akan menggunakan autentikasi WEP.
  • Interface wireless >  security profiles > pilih tanda tambah > setting nama security beserta mode nya > pindah ke tab static key > masukan password pada key 0 > Apply > OK


Lalu kita masuk kebagian inti dimana kita melakukan setting wireless dengan menggunakan mode ap bridge. Mode ap bridge digunakan sebagai Access point atau pemancar dan bisa melayani  lebih dari satu client , mode ini juga bisa kita gunakan untuk network yang sifatnya Routing ataupun Bridging. Untuk menggunakan mode ini perangkat Routerboard  minimal memiliki lisensi level 3, sebagai contoh untuk type produk Embedded 5.xGHz jenis SXT-5HnD yang hanya memiliki license level 3, kita bisa membuat koneksi point to multipoint dengan menggunakan lebih dari 2 buah perangkat tersebut.



2.Konfigurasi WEP Client
Kita setting security profilenya dengan mode WEP karena pada AP menggunakan mode WEP.
  • Interface wireless >  security profiles > pilih tanda tambah > setting nama security beserta mode nya > pindah ke tab static key > masukan password pada key 0 > Apply > OK


Jika settingan di atas sudah kita lakukan semua sekarang kita lakukan penyettingan pada interface wirelessnya. Mode yang digunakan adalah mode station. Wireless dengan Mode station ini digunakan sebagai wireless client/ penerima pada topologi PTP (Point To Point) atau PTMP (Point To Multi Point), wireless Mode station hanya bisa digunakan untuk membentuk network yang sifatnya routing, sehingga mode ini merupakan salah satu mode yang efektif dan  efisian jika pada sisi wireless client/station tidak dibutuhkan bridging.
  • Klik dua kali pada interface WLAN >wireless > setting mode menjadi station  > Scan.

Langkah terakhir test Ping ke Access Point.



3.Konfigurasi WPA Access Point
Kita buat terlebih dahulu security profilenya agar setiap router yang ingin terhubung dengan AP kita harus memasukan password terlebih dahulu. Dalam kasus ini kita akan menggunakan autentikasi WPA.
  • Interface wireless >  security profiles > pilih tanda tambah > setting nama security beserta mode nya > masukan password> Apply > OK

Lalu kita masuk kebagian inti dimana kita melakukan setting wireless dengan menggunakan mode ap bridge. Mode ap bridge digunakan sebagai Access point atau pemancar dan bisa melayani  lebih dari satu client , mode ini juga bisa kita gunakan untuk network yang sifatnya Routing ataupun Bridging. Untuk menggunakan mode ini perangkat Routerboard  minimal memiliki lisensi level 3, sebagai contoh untuk type produk Embedded 5.xGHz jenis SXT-5HnD yang hanya memiliki license level 3, kita bisa membuat koneksi point to multipoint dengan menggunakan lebih dari 2 buah perangkat tersebut.



4.Konfigurasi WPA Client
Setting terlebih dahulu security password agar dapat terkoneksi dengan AP kita. Kita setting security profilenya dengan mode WEP karena pada AP menggunakan mode WPA
  • Interface wireless >  security profiles > pilih tanda tambah > setting nama security beserta mode nya > masukan password> Apply > OK

Jika settingan di atas sudah kita lakukan semua sekarang kita lakukan penyettingan pada interface wirelessnya. Mode yang digunakan adalah mode station. Wireless dengan Mode station ini digunakan sebagai wireless client/ penerima pada topologi PTP (Point To Point) atau PTMP (Point To Multi Point), wireless Mode station hanya bisa digunakan untuk membentuk network yang sifatnya routing, sehingga mode ini merupakan salah satu mode yang efektif dan  efisian jika pada sisi wireless client/station tidak dibutuhkan bridging


Langkah terakhir test Ping ke Access Point.

Sekian penjelasan dari saya tentang Wireless Enkripsi
Terima Kasih.

Lab 4 Wireless Enkripsi

Read More

Management access adalah sebuah pengaturan (manage) pada setiap router dimana kita dapat melakukan manage kepada setiap router yang terhubung dengan router tersebut. Dalam kasus ini sebuah router dengan mode AP-bridge terhubung dengan dua client dan hanya boleh 1 client saja yang terhubung dengan router AP kita. Fitur Access List dapat membantu kita dalam melakukan konfigurasi ini.

1.Access Management Static
Konfigurasi AP.
Langkah pertama yang kita lakukan adalah mengaktifkan interface wireless LAN atau WLAN pada routerboard yang akan dijadikan access point (AP). Selanjutnya pada Tab Wireless, ubah mode menjadi AP Bridge, Band menjadi B/G/N, SSID nya treserah kalian. Pada Default Authanticate di Unceklis.
Kemudian kita beri IP pada ether 1. Ether 1 adalah interface yang terhubung langsung dengan internet.
  • Pada menu di Mikrotik klik IP > Address > pilih tanda tambah > isikan IP pada address beserta notasinya > pada interface pilih ether 1 > Apply > OK

Beri IP juga pada interface Wlan1.


Jika interface ether 1 sudah diberikan IP sekarang kita lakukan penyetingan DNS. Arahkan DNS routerboard kita ke DNS google yaitu 8.8.8.8
  • Pada menu di Mikrotik klik IP > DNS > isikan IP DNS pada kolom server > ceklist Allow Remoter Request > Apply > OK

Langkah berikutnya adalah melakukan penyetingan pada firewall NAT atau biasa disebut proses routing. Penyetingan ini berfungsi untuk membagi internet ke client atau dalam kasus ini adalah router station.
  • Pada menu di Mikrotik klik IP > Firewall > Nat > tanda Tambah > pada Chain pilih srcnat & pada Out-interface pilih ether 1 > tab Action > pilih Masqurade > Apply > OK

Pada bagian Action, pilih Masquerade.


Jika sudah langkah berikutnya yang tidak kalah penting adalah melakukan setting gateway. Hal ini harus dilakukan agar routerboard kita dapat terhubung ke internet (public).
  • Pada menu di Mikrotik klik IP > Routes > klik tanda Tambah > isikan IP gateway pada kolom gateway > Apply > OK.


2.Konfigurasi Client
Sama seperti konfigurasi pada router AP , lakukan pengaktifan interface wireless.




  • Pilih wireless yang sesuai dengan SSID yang kita buat tadi pada router AP > Connect >tunggu hingga muncul huruf “R” di depan interface WLAN.

  • Jika sudah berikan IP address pada interface WLAN.
    Selanjutnya lakukan Access Management Pada Access Point.
    Klik pada Wireless, klik Registration, nanti ada MAC Address dari Client yang Connect.
    • Wireless > registration > klik dua kali pada mac address yang ingin kita daftarkan > klik copy to access list.

    Sekian penjelasan dari saya tentang Wireless Access Manegement
    Terima Kasih.

    Lab 3 Wireless Access Management

    Read More


    Wireless Point-to-Point Mikrotik adalah koneksi komunikasi wireless antara dua titik, dimana satu host terhubung hanya dengan satu client. Wireless Point-to-Point (P2P) Mikrotik biasanya menggunakan dua buah Mikrotik + Antena Directional (Grid, Yagi, Sectoral, dsb). Penerapan Wireless Point-to-point pada Mikrotik membutuhkan lisensi RouterOS minimal level 3 dengan mode bridge – station.
    Perangkat Mikrotik yang digunakan yaitu Mikrotik Outdoor yang memiliki ketahanan terhadap berbagai macam kondisi cuaca, misalnya menggunakan RB 433. Mikrotik ini nantinya akan dipasang di tower komunikasi bersama antena directional nya. Untuk pemasangan Mikrotik dan antena nya sendiri harus memperhatikan kondisi lingkungan sekitar.

    1.Konfigurasi 
    Klik pada Wireless, lalu klik tanda Ceklis untuk Enable Wireless.



    Kemudian kita beri IP pada ether 1. Ether 1 adalah interface yang terhubung langsung dengan internet. Klik IP, lalu Addresses, lalu klik tanda (+). Lalu masukkan IP Address nya.


    Pada interface WLAN1 masukkan juga IP Address nya.


    Jika sudah diberikan IP sekarang kita lakukan penyetingan DNS. Arahkan DNS routerboard kita ke DNS google yaitu 8.8.8.8



    • Pada menu di Mikrotik klik IP > DNS > isikan IP DNS pada kolom server > ceklist Allow Remoter Request > Apply > OK

    Jika sudah langkah berikutnya yang tidak kalah penting adalah melakukan setting gateway. Hal ini harus dilakukan agar routerboard kita dapat terhubung ke internet (public).
    • Pada menu di Mikrotik klik IP > Routes > klik tanda Tambah > isikan IP gateway pada kolom gateway > Apply > OK.

    Langkah berikutnya adalah melakukan penyetingan pada firewall NAT atau biasa disebut proses routing. Penyetingan ini berfungsi untuk membagi internet ke client atau dalam kasus ini adalah router station.
    • Pada menu di Mikrotik klik IP > Firewall > Nat > tanda Tambah > pada Chain pilih srcnat & pada Out-interface pilih ether 1 > tab Action > pilih Masqurade > Apply > OK

    Pada bagian Action, pilih Masquerade.

    Lalu kita masuk kebagian inti dimana kita melakukan setting wireless dengan menggunakan mode bridge. Mode bridge digunakan sebagai Access point atau pemancar akan tetapi hanya bisa melayani  satu client atau disebut juga dengan PTP (Point To Point), mode ini juga bisa kita gunakan untuk network yang sifatnya Routing ataupun Bridging. Untuk menggunakan mode ini perangkat Routerboard  minimal memiliki lisensi level 3, sebagai contoh untuk type produk Embedded 5.xGHz jenis SXT-5HnD yang hanya memiliki license level 3, kita bisa membuat koneksi point to point dengan menggunakan 2 buah perangkat tersebut.
    • Klik dua kali pada interface WLAN >wireless > setting mode menjadi bridge > berikan penamaan pada AP kita > Apply > OK.


    2. Konfigurasi Client
    Sama seperti konfigurasi pada router AP , lakukan pengaktifan interface wireless. Jika sudah berikan IP address pada interface WLAN dan ethernet 2. Pada kasus ini ethernet 2 berfungsi untuk jaringan ke laptop ataupun PC.
    Lakukan penyettingan pada interface wirelessnya. Mode yang digunakan adalah mode station. Wireless dengan Mode station ini digunakan sebagai wireless client/ penerima pada topologi PTP (Point To Point) atau PTMP (Point To Multi Point), wireless Mode station hanya bisa digunakan untuk membentuk network yang sifatnya routing, sehingga mode ini merupakan salah satu mode yang efektif dan  efisian jika pada sisi wireless client/station tidak dibutuhkan bridging.
    • Klik dua kali pada interface WLAN >wireless > setting mode menjadi station  > Scan.

    • Pilih wireless yang sesuai dengan SSID yang kita buat tadi pada router AP > Connect >tunggu hingga muncul huruf “R” di depan interface WLAN.




    Jika sudah berikan IP address pada interface WLAN dan ethernet 2. Pada kasus ini ethernet 2 berfungsi untuk jaringan ke laptop ataupun PC.

    • Jika interface WLAN & ether 2 sudah diberikan IP sekarang kita lakukan penyetingan DNS. Arahkan DNS routerboard kita ke DNS google yaitu 8.8.8.8

    Jika sudah, coba ping ke Router 1.


    Sekian penjelasan dari sana mengenai Wireless Point to Point
    Terima kasih.

    Lab 1 Wireless Point to Point

    Read More

    Tuesday, 15 September 2015

    Instalasi aplikasi warnet ini bertujuan agar pengguna bisa menggunakan aplikasi seperti Firefox, Office, Game, dan lain-lain. Oleh karena itu, sebelum kita melakukan instalasi Aplikasi, kita siapkan aplikasinya terlebih dahulu.
    • Chrome / Firefox
    • Winrar
    • Microsoft Office
    • VLC
    • Photoshop
    • Corel Draw
    • Corel Video Studio
    • Steam
    • Dota2
    • Garena
    • Lost Saga
    • Dragonnest
    • Dan lain-lain.
    Untuk instalasi Billing klien, kami menggunakan Smart Billing. Keuntungan menggunakan Sistem billing :
    • Untuk membatu para usahawan dalam mengatur dan mencatat segala transaksi yang terjadi.
    • Untuk memonitor penggunaan dan pemasukan warnet.
    • Menghitung biaya yang harus dibayar klien secara otomatis

    Sebelum memulai instalasi smart billing, kita harus mendaftar akun ke website resmi smartbilling/gwarnet agar kita bisa download aplikasi smart billing tersebut.
    Berikut langkah-langkah instalasi smart billing pada PC Operator :
    1. Jalankan aplikasi yang sudah kita download. Kemudian akan mucul Window Software Licence. Masukan ID dan Password Gwarnet yang telah kita daftarkan.



    1. Kemudian muncul bagian login juga, tetapi disini kita hanya mengisi username yaitu Pemilik dan password yaitu 1234.


    1. Selanjutnya akan setting untuk penentuan client yang akan diaktivkan pada smartbilling server yang berada pada “Manajemen PC-Client Setting PC Client Setting IP PC-Client


    1. Isi total jumlah PC yang aktif atau digunakan untuk client, lalu no PC disesuaikan dengan keinginan dan begitupun dengan IP Address, kemudian simpan. Untuk menambahkan Mac Address, klik pada bagian “Hapus Mac Address” untuk menambahkan Mac Address Client.


    Berikut langkah-langkah instalasi smartbilling pada PC Klien :
    1. Jalankan aplikasi yang sudah didownload. Kemudian masukan IP Server smartbilling atau PC Operator.


    1. Setelah terhubung ke server billing, tampilan akan berubah menjadi seperti dibawah ini.


    Setelah instalasi smartbilling selesai, tentunya kita harus melakukan menentukan harga waktu penggunaan warnet. Berikut adalah langkah-langkah menentukan harga waktu penggunaan warnet :
    1. Klik pada bagian “Manajemen Harga Setting Dasar”.


    1. Kemudian kita pilih ke bagian Setting Harga Personal. Klik Tambah untuk menambahkan harga personal yang akan kita berikan.


    1. Pilih ke bagian Setting Harga Pre-Paid untuk menambahkan harga-harga paket yang akan ditentukan.


    1. Kemudian kita masuk lagi ke “Manajemen PC-Client Setting PC Client Setting IP PC-Client” kemudian pilih pada bagian Setting Fungsi menjadi seperti gambar dibawah ini.

    Instalasi Billing Klien Warnet

    Read More

    1. Pembagian Koneksi Internet Menggunakan Teknik Masquerading
    Masquerade mikrotik atau masquerade linux merupakan sebuah metode yang mengizinkan dan memperbolehkan IP Private untuk terkoneksi ke internet dengan mengunakan bantuan sebuah IP Publikk /menopengkan sebuah IP Publik.
    Agar jaringan lokal atau jaringan private (LAN) dapat terkeneksi ke internet di bawah router mikrotik, maka kita perlu membuat masquerade di NAT MikroTik. Tanpa masquerade ini di mikrotik, computer client di bawah router mikrotik tidak akan bisa terkoneksi ke jaringan internet, di karenakan ip yang di gunakan oleh client adalah ip private atau sering juga di sebut ip local.
    Berikut adalah langkah-langkah konfigurasi masquerade di MikroTik :
    1. Tambahkan alamat IP untuk eth1 dan  harus menggunakan alamat IP dari jaringan yang terhubung ke internet.


    1. Tambahkan alamat IP untuk eth2 yang terhubung ke jaringan local kita (LAN).


    1. Buka “IP Routes →  add (tanda tambah)” , lalu masukkan IP gateway atau IP internet. Karena, jika tidak ada gateway kita tidak akan bisa terhubung internet.


    1. Buka “IP DNS add (tanda tambah)”, untuk memetakan IP menjadi sebuah nama.
    • 172.16.11.1 = adalah DNS Server IP Public





    • 8.8.8.8 = adalah DNS Google (Optional)
    • Allow Remote Request = Menjadikan Router Mikrotik anda sebagai DNS Server juga
    1. Menambahkan firewall NAT dan pilih masquerade. Fungsinya adalah untuk memetakan IP yang tidak terdaftar pada jaringan lokal (eth2) dan dipetakan ke alamat IP Public atau eth1.


    • Srcnat = Untuk pengalihan  paket data yang berasal dari jaringan natted. NAT akan mengganti alamat IP asal paket dari jaringan natted dengan alamat IP publik. Source NAT selalu dilakukan setelah routing sebelum paket keluar menuju jaringan.
    • Src. Address = IP address sumber yang akan di Masquereding.
    • Out. Interface = Untuk terhubung dengan IP Public yang terhubung dengan internet.
    • Masquerade = Menggantikan sumber alamat IP dari sebuah paket ke otomatis ditentukan oleh alamat fasilitas routing IP

    1. Cek koneksi ke internet dengan melakukan ping ke website seperti google.com.

    1. Pembagian Banwidth Menggunakan PCQ & Queue Tree
    Mengatur dan membatasi pemakaian Bandwidth internet memang suatu hal yang penting ketika koneksi internet kita terbatas, misalnya kuota bandwidth yang terbatas dari ISP. Kita perlu membatasi kuota bandwidth tiap user yang terkoneksi ke Router Mikrotik. Pada Router Mikrotik sendiri sudah tersedia fitur yang bisa membatasi (limit) bandwidth yaitu Queue. Ada dua macam Queue pada Mikrotik :
    1. Queue Simple : merupakan cara termudah untuk melakukan management bandwidth yang diterapkan pada jaringan skala kecil sampai menengah untuk mengatur pemakaian bandwidth upload dan download tiap user.
    2. Queue Tree : mirip seperti queue simple tapi lebih rumit, yaitu dapat melakukan pembatasan bandwidth berdasarkan group bahkan secara hierarki. Kita harus mengaktifkan fitur Mangle pada Firewall jika ingin menggunakan Queue Tree.
    Pada lapoan kali ini kami akan membahas penjelasan Queue Tree & PCQ (Per Connection Queue) serta Penerapannya di Mikrotik.
    • QUEUE TREE
    Queue Tree berfungsi untuk mengimplementasikan fungsi yang lebih komplex dalam limit bandwidth pada mikrotik dimana penggunaan packet mark nya memiliki fungsi yang lebih baik.Digunakan untuk membatasi satu arah koneksi saja baik itu download maupun upload.
    • PCQ (Per Connection Queuing)
    Digunakan untuk mengenali arah arus dan digunakan karena dapat membagai bandwidth secara adil, merata dan masif. PCQ pada mikrotik digunakan bersamaan dengan fitur Queue, baik Simple Queue maupun Queue Tree.
    Pada konfigurasi Queue Tree, dibutuhkan konfigurasi firewall mangle. Mangle adalah cara untuk menandai paket paket data tertentu dan kita akan menggunakan tanda tersebut pada fitur lainnya, misalnya pada filter, routing, NAT ataupun queue.Tanda mangle ini hanya bisa digunakan pada router yang sama dan tidak terbca pada router lainnya. Pembacaan rule mangle akan dilakukan dari atas ke bawah secara berurutan.
    Berikut konfigurasi Firewall Mangle :
    1. Buka “IP Firewall Mangle Add(tanda tambah)”. Kita buat New Mangle untuk Menandai Koneksi Browsing.
    • Forward = Untuk proses paket data yang melewati router.
    • Src. Address = IP address sumber yang akan di Forwarding.
    Lalu, ke tab Action.
    • Mark Connetion = Menandai setiap koneksi yang bukan merupakan koneksi download, maka akan dianggap sebagai koneksi browsing.
    • New Connection Mark = Membuat penamaan Mark Connection yang baru.
    • Passthrough = Membaca Mark Connection  dari atas kebawah sampai bertemu Mark Packet.
    1. Add New Mangle kembali, untuk membuat Mark Packet unttuk Koneksi Browsing.
    • Forward = Untuk proses paket data yang melewati router.
    • Connection Mark = Diisi dengan mark-connection yang sudah kita buat sebelumnya.
    Pindah ke tab Action.
    • Mark Packet = Merupakan penandaan untuk setiap paket data.
    1. Kita buat New Mangle lagi untuk Menandai Koneksi Game. Contohnya : Dota2(TCP) Port 27014-27050, Dota2 (UDP) Port 27000-27050, dan lain-lain.
    • Dst Port = Port dari game Dota2.
    • Protocol = Protokol yang digunakan pada Dota2.
    • Src Address = Diisi dengan IP network Local kita.
    Selanjutnnya ke Action dan pilih Mark Connection, disini kita membuat Mark Connection Baru dengan nama Koneksi Game.
    Note :
    • Jika ingin menambahkan Game lain, caranya sama seperti yang diatas. Hanya saja yang berbeda Protokol dan TCP.
    • Jika ada 1 Game mempunyai 2 Protokol yaitu TCP dan UDP, buat 2  mark-connection untuk protokol UDP dan TCP.
    1. Kita buat New Mangle lagi untuk Mark-Packet untuk Game.
    • Forward = Untuk proses paket data yang melewati router.
    • Connection Mark = Diisi dengan mark-connection yang sudah kita buat sebelumnya.
    Pindah ke tab Action,
    • Mark Packet = Merupakan penandaan untuk setiap paket data.
    1. Berikut adalah keseluruhan Firewall Mangle yang sudah dibuat.

    Setelah membuat firewall mangle, selanjutnya adalah melakukan konfigurasi Queue Tree untuk melakukan limitasi berdasarkan paket yang sudah ditandakan.
    1. Buka “Queues Queue Tree Add(tanda tambah)”. Kemudian kita membuat Limitasi Download untuk Browsing.
    • Name = Isikan sesuai dengan nama untuk limitasi.
    • Parent = Untuk menentukan apakah queue yang dipilih bertugas sebagai child queue. Pada saat download, interface akan melewati ether2 untuk mencapai tujuan yang sedang Download.
    • Packet Marks = Untuk menandai paket yang sudah ditandai pada Firewall Mangle.
    • Queue Type = Untuk memilih type queue yang bisa dibuat secara khusus dibagian queue types.
    • Max Limit = Banwidth maksimal yang bisa dicapai oleh target/IP yang diqueue.
    1. Kemudian kita membuat baru untuk Limitasi Upload untuk Browsing.
    • Name = Isikan sesuai dengan nama untuk limitasi.
    • Parent = Untuk menentukan apakah queue yang dipilih bertugas sebagai child queue. Pada saat upload, interface akan melewati ether1 untuk mencapai server tujuan.
    • Packet Marks = Untuk menandai paket yang sudah ditandai pada Firewall Mangle.
    • Queue Type = Untuk memilih type queue yang bisa dibuat secara khusus dibagian queue types.
    • Max Limit = Banwidth maksimal yang bisa dicapai oleh target/IP yang diqueue.
    1. Kemudian kita membuat baru untuk Limitasi Download untuk Game.
    Note :
    Untuk penjelasannya berada di nomor 1.
    1. Kemudian kita membuat baru untuk Limitasi Upload untuk Game.
    Untuk penjelasannya berada di nomor 2.
    1. Berikut list keseluruhan Queue Tree yang sudah kita buat.


    1. Setelah itu coba kita test kecepatan bandwidth melalui browsing.

    Limit Bandwith Untuk Warnet

    Read More